Ahool: Kriptid Kelelawar Raksasa Pemburu Manusia dari Gunung Salak

NusaKisah.com – Jika Pulau Seram di Maluku memiliki legenda Orang Bati, maka Pulau Jawa tidak mau kalah. Di lebatnya rimbun hutan tropis Gunung Salak, Jawa Barat, bersemayam sebuah legenda tentang makhluk terbang (kriptid) yang sangat ditakuti warga lokal. Makhluk tersebut dikenal dengan nama Ahool.

Nama Ahool diambil dari suara pekikannya yang sangat keras dan serak saat membelah kesunyian malam: “Ahoooool! Ahooooool!”. Makhluk ini pertama kali didokumentasikan oleh dunia luar melalui catatan seorang naturalis dan ahli burung asal Swiss bernama Dr. Ernest Bartels pada tahun 1925, saat ia sedang menjelajahi lereng Gunung Salak.

Wajah Kera dan Sayap Sepanjang Tiga Meter

Dr. Bartels, yang terbiasa mempelajari burung hantu dan kelelawar, mengaku melihat makhluk terbang raksasa melintas di atas kepalanya. Berdasarkan deskripsi Bartels dan warga lokal, Ahool bukanlah burung rajawali biasa. Makhluk ini memiliki sayap berlapis kulit layaknya kelelawar besar, dengan rentang sayap (wingspan) mencapai 3 meter (seukuran pesawat layang kecil). Tubuhnya ditutupi bulu abu-abu gelap, dan kepalanya tidak menyerupai kelelawar, melainkan berwajah mirip kera atau owa jawa, lengkap dengan cakar besar di ujung lengannya.

Mitos masyarakat lereng Gunung Salak menyebutkan bahwa Ahool hidup di gua-gua tersembunyi di balik air terjun. Mereka aktif di malam hari untuk mencari ikan besar di sungai, namun tak jarang menyerang manusia yang tersesat jika sedang kelaparan atau wilayah teritorialnya diganggu.

Banyak ilmuwan yang mencoba menganalisis laporan Bartels. Secara sains, sangat sulit bagi mamalia raksasa bersayap untuk bisa terbang di lebatnya dahan hutan tropis Jawa tanpa menabrak pepohonan. Beberapa skeptis menduga bahwa Ahool hanyalah salah lihat dari spesies Burung Hantu Beluk Jatu (Bubo sumatranus) yang melintas di keremangan malam, atau spesies kalong (Pteropus vampyrus) berukuran di atas rata-rata. Namun bagi para peneliti kriptozoologi dunia, Gunung Salak dan misteri Ahool-nya tetap menjadi salah satu hotspot monster terbang purba yang belum terpecahkan.