
NusaKisah.com – Jauh sebelum Majapahit menyatukan Nusantara dari ujung timur, kekuatan maritim terbesar pertama yang mendominasi lautan Asia Tenggara berbasis di Pulau Sumatera. Kerajaan itu adalah Sriwijaya. Selama berabad-abad, keberadaan Sriwijaya hanya dianggap mitos, sampai seorang penjelajah Belanda menemukan sebuah batu kecil berukir di tepi Sungai Tatang, Palembang, pada tahun 1920. Batu itu kemudian dikenal sebagai Prasasti Kedukan Bukit.
Meski ukurannya hanya sebesar bantal (45 x 80 cm), Prasasti Kedukan Bukit memiliki nilai sejarah yang tak ternilai harganya. Berangka tahun 682 Masehi (604 Saka), prasasti ini adalah dokumen tertulis berbahasa Melayu Kuno pertama yang pernah ditemukan. Lebih dari itu, batu ini ibarat “akta kelahiran” dari Kerajaan Sriwijaya.

Perjalanan Suci dan Armada Militer Raksasa
Isi prasasti yang ditulis dalam huruf Pallawa itu menceritakan kisah perjalanan suci (Siddhayatra) dari seorang raja bernama Dapunta Hyang. Terjemahan bebasnya mencatat bahwa Dapunta Hyang berangkat dari Minanga Tamwan menggunakan perahu untuk mencari kekuatan spiritual dan berkah.
Hal yang membuat bulu kuduk sejarahwan merinding adalah baris selanjutnya. Prasasti itu mencatat bahwa perjalanan sang raja tidak dilakukan sendirian, melainkan membawa armada tempur yang sangat mengerikan untuk ukuran abad ke-7: yakni 20.000 tentara! Rinciannya, 2.000 pasukan berlayar menggunakan kapal perang, dan belasan ribu lainnya berjalan kaki mengikuti lewat darat.
Ekspedisi besar-besaran ini diyakini bukan sekadar ziarah, melainkan ekspansi militer untuk menaklukkan wilayah-wilayah strategis di sepanjang sungai dan pesisir. Keberhasilan ekspedisi inilah yang membuat Dapunta Hyang berhasil membangun pusat pemerintahan (Wanua) dan menjadikan Sriwijaya (yang berarti “Kemenangan yang Gemilang”) berkuasa penuh atas jalur perdagangan internasional di Selat Malaka.
Melalui batu kecil bernama Kedukan Bukit, nenek moyang kita mewariskan pesan bahwa penguasaan teknologi perkapalan dan angkatan laut yang kuat adalah kunci untuk menjadi bangsa besar yang disegani dunia.
